Festival Seni Kennedy Center

Di washington DC terdapat sebuah gedung seni yang sangat populer di Amerika yang bernama John F Kennedy Center for Performing Arts. Tempat ini dikenal kerap kali menyelenggarakan kegiatan seni seperti balet, musik, tari-tarian, opera dan berbagai pertunjukan seni lainnya. Tetapi tampaknya pecinta seni di Amerika khususnya di Washington DC baik itu yang tergabung dalam organisasi seni dan komunitas seni maupun tidak cenderung kurang puas dengan kegiatan yang diselenggarakan oleh pengelola pusat seni itu.

Hal ini dikarenakan oleh kegiatannya yang monoton dan jauh dari kata inovatif karena sepanjang tahun hanya melakukan kegiatan yang sama tanpa ada pembaruan sehingga minat masyarakat terhadap seni tidak juga meningkat. Berkat kritikan yang diberikan organisasi dan komunitas seni itulah belakangan ini pengelola pusat pertunjukan seni itu mengadakan berbagai macam pertunjukan seni di jalan-jalan kota supaya masyarakat umum dapat menikmatinya lebih leluasa baik itu dari rumah-rumah mereka, dari café dan restaurant maupun dari bangku-bangku jalanan yang ada sambil bisa juga menikmati judi di http://bengkelbola.org

Pertunjukan-pertunjukan khas seniman jalanan pun tidak luput disajikan seperti misalnya bersepeda dengan satu roda sambil melempar-lempar bola berputar di tangannya, ada juga pertunjukan komedi tunggal atau yang dikenal dengan istilah stand-up comedy, ada pula penampilan musik dengan alat musik anti mainstream yaitu alat-alat pertukangan, serta tidak ketinggalan penampilan dari seniman boneka puppet yang sangat menghibur penonton. Kegiatan ini sendiri diberi tajuk “Look both ways: street art of Amerika” yang memiliki makna lihatlah semua sudut jalan baik di sisi jalan anda maupun di sisi seberang jalan karena pertunjukan seni sedang berlangsung di jalanan Amerika.

Salah satu pimpinan pengelola pusat seni Kennedy Center mengatakan bahwa tujuan utama festival ini diselenggarakan adalah untuk memangkas jarak yang terjadi antara seniman dengan penikmat seni mereka baik itu seniman yang tergabung dalam komunitas seni dan organisasi seni maupun yang berjalan secara mandiri. Sehingga penikmat seni bisa menikmati seni dengan kemasan yang jauh lebih berbeda dibanding sebelumnya, karena harus diakui bahwa pertunjukan seni yang diselenggarakan di gedung pertunjukan cenderung memberikan kesan eksklusif kepada seni itu sendiri yang mengakibatkan beberapa kalangan masyarakat enggan menyaksikannya.

Festival seni ini dilaksanakan selama satu minggu dan rencananya akan rutin diselenggarakan setiap tahunnya bahkan gagasan untuk menggandeng organisasi seni dan komunitas seni pun mencuat guna memberikan ide dan gagasan baru yang lebih segar. Uniknya, selama festival seni ini berlangsung diadakan pula sebuah sub kegiatan dari festival itu yang dikenal dengan lunch time invasion dimana para seniman yang berpartisipasi pada festival ini akan pergi dari jalanan tempat pertunjukan untuk mengunjungi pusat keramaian terdekat pada jam makan siang untuk menampilkan pertunjukan seni mereka di tempat itu secara mendadak.

Leave a Reply